Beredar di media sosial unggahan lowongan kerja JNE Kediri dengan beberapa posisi yang dibutuhkan dan diarahkan untuk mengklik tautan yang tersedia. Pada saat diakses, tautan tersebut menampilkan judul “FORMULIR PELAMARAN KARYAWAN & KARYAWATI JNE KOTA KEDIRI” dengan mencantumkan beberapa persyaratan pelamar. Pelamar akan diarahkan untuk mengisi nama, posisi yang diinginkan hingga mengunggah identitas pribadi, yaitu KTP beserta foto selfie dengan KTP, kartu keluarga, dan tabungan pribadi.
Berdasarkan hasil penelusuran, tautan lowongan kerja tersebut adalah hoaks. JNE Kediri mengonfirmasi melalui akun Instagram resminya @jne.kediri, bahwa JNE Kediri tidak pernah membuka lowongan pekerjaan melalui website dan meminta pungutan biaya. Informasi terkait lowongan pekerjaan dan lainnya hanya melalui akun media sosial resmi. Pihak JNE Kediri juga menambahkan, jika masyarakat menemukan hal yang mencurigakan mengatasnamakan JNE Kediri dapat melapor ke telepon/WhatsApp 0354 695167 dan 0815 1579 1098.
Beredar di media sosial unggahan lowongan kerja JNE Kediri dengan beberapa posisi yang dibutuhkan dan diarahkan untuk mengklik tautan yang tersedia. Pada saat diakses, tautan tersebut menampilkan judul “FORMULIR PELAMARAN KARYAWAN & KARYAWATI JNE KOTA KEDIRI” dengan mencantumkan beberapa persyaratan pelamar. Pelamar akan diarahkan untuk mengisi nama, posisi yang diinginkan hingga mengunggah identitas pribadi, yaitu KTP beserta foto selfie dengan KTP, kartu keluarga, dan tabungan pribadi.
Berdasarkan hasil penelusuran, tautan lowongan kerja tersebut adalah hoaks. JNE Kediri mengonfirmasi melalui akun Instagram resminya @jne.kediri, bahwa JNE Kediri tidak pernah membuka lowongan pekerjaan melalui website dan meminta pungutan biaya. Informasi terkait lowongan pekerjaan dan lainnya hanya melalui akun media sosial resmi. Pihak JNE Kediri juga menambahkan, jika masyarakat menemukan hal yang mencurigakan mengatasnamakan JNE Kediri dapat melapor ke telepon/WhatsApp 0354 695167 dan 0815 1579 1098.
Beredar unggahan dimedia sosial Facebook, sebuah gambar berisi informasi terkait zona hitam di beberapa daerah di Jawa Timur, yaitu Bangkalan, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Madiun, Pamekasan, Ponorogo, dan Situbondo.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta kompas.com, informasi yang disebarkan itu dipastikan hoaks atau tidak benar. Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto menegaskan bahwa tidak ada zona hitam, karena pihak Satgas hanya mengeluarkan status zona hijau (tidak ada kasus dan tidak terdampak), zona kuning (risiko rendah), zona oranye (risiko sedang), dan zona merah (risiko tinggi). Dia mengatakan status zona di Indonesia diupdate pada situs covid19.go.id/peta-risiko setiap pekannya.
Beredar sebuah pesan berantai WhatsApp yang berisi informasi adanya upaya percobaan penculikan anak di mana dalam pesan tersebut disebutkan bahwa korbannya dimasukkan ke dalam mobil dengan tangan diikat serta kepala ditutup.
Faktanya, dilansir dari detik.com, informasi yang beredar tersebut tidak benar. Polisi melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah anak yang disebut jadi korban penculikan di Desa Kapuran, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Selain polisi, TNI, dan perangkat desa juga mendatangi rumah korban. Kapolsek Badegan Iptu Agus Wibowo mengatakan bahwa anak tersebut mengarang cerita penculikan.
Beredar sebuah pesan berantai di Whatsapp mengenai jumlah kasus Covid-19 yang meningkat di beberapa kabupaten/kota Jawa Timur. Salah satunya Kota Madiun yang menjadi peringkat pertama dengan jumlah positif 11.876 orang. Pesan tersebut disertai keterangan bahwa Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi ledakan kasus di Jawa Timur.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Dr. Hudiyono, M.Si, memastikan kabar tersebut tidak benar. Faktanya, tidak ada keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan bahwa ada ledakan kasus yang sangat luar biasa.
Adapun jumlah kasus dalam pesan yang beredar tersebut juga cenderung menyesatkan karena jauh berbeda dengan rilis kasus harian yang dikeluarkan akun instagram @jatimpemprov. Berdasarkan data rilis tersebut per tanggal 30 Januari 2022, jumlah kasus positif di Kota Madiun 7,312 orang dengan kasus aktif sebanyak 24 orang.
Beredar sebuah pesan berantai WhatsApp dengan narasi yang menyebutkan bahwa beberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur mengalami peningkatan jumlah pasien terinfeksi Covid-19, diantaranya menyebutkan Madiun 11.876 kasus, Magetan 300 kasus dan Kediri 575 kasus. Pada pesan berantainya disebutkan pula Kementerian Kesehatan RI telah menyampaikan bahwa akan terjadi ledakan kasus Covid-19 yang sangat luar biasa di Provinsi Jawa Timur.
Faktanya, informasi pada pesan berantai tersebut adalah tidak benar dan bukan berasal dari sumber kredibel. Benny Sampirwanto, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur memastikan kabar tersebut adalah hoaks. Benny menyatakan bahwa tidak ditemukan informasi yang menyebutkan bahwa Kemenkes RI menyampaikan informasi bahwa akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Timur dan jumlah kasus yang disebutkan pada pesan berantai tersebut berbeda dengan rilis kasus harian yang dikeluarkan gugus tugas Covid-19 Jawa Timur.
template

